Selasa, 17 September 2013




Foto Marcus Widhi Nugroho Berita Mancing
Terlepas dari pro dan kontra soal toman, tetap menyenangkan
Lantaran sambaran dan tarikannya saat terpancing sangat dasyat dan  luar biasa, maka banyak pancinger yang mendambakan untuk kembali memancing ikan toman.  Kerinduan dan kegemasan akan ikan toman lalu mereka memburu ke berbagai spot toman di tanah air. Nah dari sini kemudian muncul pemikiran  dari sebagian pancinger untuk  merelokasi dan menebar ikan toman di sekitar lokasi di dekatnya dengan berbagai alasan. Setelah di tebar kini pertumbuhan ikan toman merebak bagai jamur di musim hujan. Perkembanganbiak toman di berbagai tempat menjadi pro kontra, di satu sisi pancnger senang karena ikan yang di dambakan tumbuh di dekatnya sementara yang lain kuatir akan endemic ikan yang ada akan hilang dimakan toman. 

Sebenarnya ikan toman ini seperti apa hingga membuat banyak orang yang gemas?  Untuk mencari tahu, kami  yang berasal dari Jakarta  harus melalangbuana memancing ikan ini dan mengamati pertumbuhan toman berbagai daerah seperti  di daerah lebung tebu PT ndolampung - Lampung, bekas galian timah di Pulau Bangka dan sungai Kapuas di Pontianak. Yang pasti ikan ini tidak pernah habis. Kesimpulan kami adalah ikan toman tergolong kepada ikan buas, yakni predator yang memangsa aneka jenis ikan lainnya, serta hewan-hewan lain seperti serangga dan kodok yang berada di lingkungannya. Kebiasaan memangsa ikan lain inilah yang menjadi kekuatiran sebagian pancinger yang beranggapan bahwa keberadaan ikan toman akan memangsa ikan-ikan endemic setempat.

foto punya marcus w ngroho berita mancing
toman di sungai kapuas
Kebiasaan ikan toman untuk mempertahankan keturunannya sangat luar  biasa. Memang si toman  memiliki kebiasaan ‘mengasuh’ anak-anaknya. Induk toman  seringkali didapati berenang di sekitar kelompok anak-anak toman yang masih kecil-kecil. Ikan-ikan hampala atau ikan predator  atau burung selalu mengincar anak-anak toman bila induknya lengah. Wajar saja jika induk terus mengasuh dan menjaga anaknya  agar menjadi toman dewasa. Dilaporkan pula bahwa induk toman i juga tidak segan-segan menyerang orang yang berenang terlalu dekat, yang dikhawatirkan akan mengganggu anak-anaknya. Perilaku suka menyerang dan pengganggu ini dipelajari pancinger dari Kalimantan Selatan, suku Banjar dengan memancing dengan cara mamair yaitu mancing dengan joran dari bamboo  panjang  dan Mbandan yaitu memancing induk toman menggunakan umpan burung belibis atau anak bebek yang diikat sebagai "pengganggu" agar induk ikan mendekat lalu diumpan dengan daging kodok. Nah soal mamair dan mbandan akan kami ulas tersendiri maka baca terus Berita Mancing hahaha…
Dalam pustaka yang tersebar di dunia maya, toman adalah nama sejenis ikan buas dari suku ikan gabus (Channidae). Memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan ikan gabus, toman dapat tumbuh besar mencapai panjang lebih dari satumeter dan menjadi spesies yang terbesar dalam sukunya.
Ikan toman dalam bahasa inggris  dikenal sebagai red snakehead, redline snakehead merujuk pada warna tubuhnya ketika muda, atau Malabar snakehead. Nama snakehead mengacu pada bentuk kepalanya yang menyerupai kepalaularr. Sementara nama ilmiahnya adalah Channa micropeltes.

Ikan yang berkepala besar dan bermulut besar serta bergigi runcing tajam. Tubuh bulat panjang seperti torpedo dengan ekor membulat. Ikan dewasa berwarna hitam kebiruan, dengan perut putih atau keputihan. Anak-anaknya berwarna kemerahan, dengan garis hitam dan jingga di sisi tubuhnya. Ikan toman dapat tumbuh sampai mendekati 1,5 m panjangnya.

Penyebaran ikan toman yang di Indonesia yang kami dapatkan dari berbagai pustaka banyak dijumpai di Indonesia bagian barat seperti Sumatera Jawa dan Kalimantan , dan pulau-pulau sekitarnya. Ternyata di pulau Jawa   sudah ada toman namun keberadaannya tidak sebanyak di Sumatera atau  Kalimantan.  Seiring dengan banyak perdagangan ikan hias dan toman masuk di dalamnya maka ikan ini kembali membanjiri tanah jawa.  Ada sebagaian pancinger yang kuatir bahwa pertumbuhan dan pesatnya toman yang ditebar oleh berbagai pancinger bisa menimbulkan masalah yang sama di alami Amerika Serikat. Konon di negeri Paman Sam, ikan toman yang muda berwarna belang-belang  indah dan disukai sebagai ikan penghuni akuarium. Entah sengaja atau tidak sengaja  dari  impor toman yang masuk ke Amerika, ternyata pada belakangan ini,  ikan-ikan toman  menimbulkan masalah di sana. Tahun 2002 dan 2003 ditemukan empat ekor toman di perairan di Maryland dan Wisconsin. Diduga, ikan-ikan ini terlepas atau dilepaskan dari akuarium. Keberadaan ikan-ikan ini telah menggelisahkan pihak yang berwenang di negara itu karena dikhawatirkan akan berbiak, menginvasi dan mengganggu keseimbangan komunitas alami di perairan setempat.

Terlepas dari pro dan kontra soal toman, bahwa ikan toman yang memiliki belang-belang yang indah tetap menggemaskan.***Marcus Widhi Nugroho

0 komentar:

Posting Komentar