Kamis, 19 September 2013


micro jig karya Toekang Mantjing

Micro jig adalah salah satu umpan buatan yang digunakan dalam casting. Disebut micro jig karena jig yang digunakan ukurannya sangat kecil dibandingkan jig pada umumnya. Micro jig biasanya mempunyai ukuran antara 5 – 8 cm dan berat antara 15 – 30 gram. Beberapa pancinger  menyebutnya dengan jigcast. Penamaan jigcast karena bendanya berbentuk jig, tetapi menggunakannya dengan cara dilontar atau cast.


Pertimbangan penggunaan lure jenis ini adalah tenaga yang digunakan tidak terlalu besar karena piranti yang digunakan  kelas ringan (dekat sekali dengan mancing empang).  Dengan peralatan dan teknik yang tepat, sensasi yang didapatkan tidak kalah dibandingkan teknik-teknik mancing yang lain.

Target
Di laut, ikan target berupa ikan predator yang diperkirakan mempunyai berat sekitar 1 – 7 kg. Talang-talang, Kerapu, GT, Tenggiri, Cendro, Kakap Merah, Bandeng Laki, dan sejenisnya adalah target yang dituju.
 
Wahyono Toekang Mantjing mendapat selar monster dengan micro jig
Spot
Spot biasanya di tempat dimana kedalamannya tidak terlalu dalam (2 – 10 meter). Laut berkarang dengan kedalaman itu, pantai berkarang, dermaga, jermal atau bagan, muara, dan sejenisnya adalah spot yang bagus buat casting dengan umpan micro jig. Lebih bagus bila kondisi air jernih karena karena memperkirakan kapan harus menggulung (retrieve) menjadi lebih mudah.

Spot keruh dan banyak halangan, terutama di dalam air seperti dahan dan ranting sangat tidak dianjurkan. Bila spot banyak halangan di bawah, kemungkinan tersangkut cukup tinggi. Di spot banyak halangan bawah, menggunakan lure di atas air atau top water sangat dianjurkan.
 
Dengan Micro jig mancing lebih happy
Joran
Joran atau rod yang digunakan adalah joran casting dengan panjang 190 – 210 cm. Bila tidak ada, joran galatama ukuran 180 pun lumayan nyaman dipakai. Upayakan tidak memakai joran lebih pendek daripada itu, kecuali kondisi atap kapal sangat rendah dan tidak mempunyai pilihan kapal lain, ukuran 165 boleh lah, tetapi di bawah itu jangan, karena melontarnya susah.

Action joran paling tidak medium, kalau bisa hard, jangan soft, terutama bagi pancinger yang baru memulai. Kelemahan joran soft terutama pada waktu melempar memerlukan ruang yang lebar. Nah, bagi yang baru memulai, kemungkinan lure nyangkut di pancinger  lain (sering terjadi, hati-hati, bahaya) atau tidak tepat sasaran menjadi jauh lebih tinggi.

Kelemahan lain adalah pada waktu fight, bila menggunakan joran soft, lengkungan dan sensasinya sungguh luar biasa, tetapi waktunya menjadi lebih lama. Nah, bila waktunya lama, kemungkinan mocel menjadi sangat tinggi.

Carilah joran yang mempunyai kekuatan antara 15 – 20 Lbs dan bisa menahan lure 30 – 40 gram.
Reel
Reel yang digunakan biasanya kelas 2.500 – 4.000, tergantung sasaran dan besar senar PE yang dipakai. Semakin besar kelas reel, semakin besar pula kapasitas senarnya. Ada kecenderungan, semakin profesional pancinger, semakin kecil juga piranti yang dipakai. 
lebih terasa dengan menggunakan light tackle


Senar & Leader
Senar yang dipakai adalah senar braided atau dikenal dengan istilah PE. Ukuran senar yang paling banyak dipakai adalah PE 1, 1,5, atau 2.

Besarnya leader disesuaikan dengan besar PE. Kondisi ideal, perbandingan antara PE dengan leader adalah 1,5 atau 2. Artinya, Bila menggunakan PE 2 20 lbs, maka leader yang dipakai antara 30 – 60 lbs. Bila memungkinkan, carilah leader fluoro carbon. Kelebihan dari leader jenis ini adalah tidak begitu terlihat di air (invisible under water).

Panjang leader sekitar 1 – 1,5 X panjang reel ke ujung joran, tergantung pada kebiasaan pancinger. Lebih dari 1,5 kali sangat tidak dianjurkan karena kemungkinan besar leader menumpuk di reel sehingga pada waktu dilontarkan, kemungkinan kusut semakin tinggi.

Melontar
Lontaran yang bagus bila semakin dekat atau bahkan tepat titik yang ingin kita tuju dan jatuhnya lure. Ikan biasanya berada di sekitar karang yang dangkal. Ciri karang yang dangkal, adalah airnya lebih cerah daripada daerah sekitarnya (bila agak dalam), atau terlihat kehitam-hitaman di dasar laut (bila agak dangkal).

Teknik Retrive
Secara umum, teknik menggulung atau retrieve ada tiga, yaitu lambat, sedang, dan cepat.
Kapan retrieve dimulai? Retrieve dimulai setelah umpan dilontarkan, tenggelam sampai ½ - ¾ kedlaman air. Penggunaan fish finder dan PE warna warni (umumnya setiap berganti warna 10 meter) akan sangat membantu. Bila micro jig sampai dasar, apalagi hooknya jenis treble hook (hook mata tiga), kemungkinan micro jig tersangkut karang menjadi sangat tinggi.
Sikap ketika hook up
Begitu terjadi ikan makan lure, jangan terburu-buru sentak. Tunggu 3 – 4 detik sampai ikan makan sempurna, baru hentak keras-keras (untuk ukuran casting). Yang dimaksud menghentak secara keras adalah menghentak joran ke atas dengan radius hentakan 20 – 30 derajat, kemudian tahan sebentar lihat kekuatan ikan. Secara teoritis ini mudah, tetapi di prakteknya sangat sulit karena emosi pancinger terbawa oleh perasaan.

Bila ukuran ikan tidak terlalu besar dan joran sanggup memompanya, segera pompa. Tetapi bila ikan lumayan besar dan drag terus berjalan, kencangkan drag sedikit (bila masih mungkin) dan tahan. Ketika ikan melemah, mulailah pompa, begitu seterusnya. Bila drag sudah distel mati, senar dari spol masih keluar, lihat kondisi saat itu.

Terakhir, Experience is the best teacher atau pengalaman adalah guru terbaik. Sering-seringlah mancing sehingga reflek dan pengendalian emosi kita menjadi semakin bagus. Kegagalan yang pancinger alami adalah guru terbagus menghadapi kesuksesan. Salam toekang mantjing.***
Disusun oleh:
Toekang Mantjing Fishing Tour and Equipment
Yono 0816 1166 410
Jl. RA Kartini No. 3, Bekasi 17144
FB : wahyono yono  email : wahyono_69@yahoo.com

0 komentar:

Posting Komentar