Senin, 20 Mei 2013

ALIGATOR GAR Dapat Hidup Dikubangan Air Selama Musim Panas Dengan Air Sedikit



Dalam koleksi ikan hias saya sering menemukan ikan alligator gar. Di alam liar saya belum pernah menemukan ikan ini, namun tercatat  tiga kali saya menemukan ikan ini di kolam pemancingan yang memang  di isi khusus ikan-ikan monster fish. Pertemuan ketiga terjadi ketika saya sedang mengikuti rapat akhir kopi darat castinger se-Indonesia di setu Gunung Putri, Cibinong – Bogor.  Kala itu kawan saya Andriyanto casting menggunakan minnow jointed .  Baru dua kali lempar minnow, tiba-tiba umpannya di sergap Alligator . Andrianto berjuang untuk memenangkan pertarungan dengan ikan dan akhirnya ia berhasil mendapatkan ikan ini. Senyumgembira tersungging di bibirnya karena memang ikan ini tak semua orang bisa menaklukannya. Hanya pancinger yang memiliki hobi besar dan pancinger sejati yang bisa menikmati, hehehe…
Nah pertemuan dengan alligator gar yang dipancing oleh Mas Andrianto itulah,  saya ingin bercerita soal ikan alligator gar. Entah siapa yang pertama kali menamakan ikan ini dengan nama alligator? Tak jelas asal muasalnya nama alligator fish. Yang jelas ikan ini miripnya memang mirip alligator yaitu sebutan lain dari buaya. 
Ikan alligator atau yang memilki nama latin lapisosteus spatula ini, merupakan ikan ini adalah ikan ovipar dan predator. Ikan ini terkenal sangat buas, saking buasnya, di habitat alam liar ikan ini sering merusak jaring dengan menggunakan moncongnya. Maka tak heran bila para nelayan menjuluki ikan ini dengan  nama cucut air tawar.
Alligator gar yang di casting mas Andriyanyo

Badannya tertutup dengan sisik kuat yang tidak saling tertindih tetapi saling bersambungan satu sama lain, berbentuk seperti berlian. Sisik-sisiknya dilapisi  oleh lapisan yang kuat seperti porselin dan mengkilap. Moncongnya pendek, lebar dan tumpul, dengan gigi panjang dan tajam. Bentuk rahangnya seperti alligator (buaya). Sirip punggung dan sirip anal semuanya dengan duri lemah, letaknya jauh di bagian belakang, lebih  dekat dengan sirip ekornya. Gelembung renangnya  seperti paru-paru dan mempunyai saluran udara menuju ke otak, digunakan sebagai organ pernafasan tambahan. Dapat hidup dikubangan air  selama musim panas dengan air sedikit. Biasanya ikan ini berad di perairan bersemak yang dangkal.
Sifat ikan ini sebagiaan besar mereka diam tak bergerak dalam air, namun demikian siap menyergap ikan yang lewat.
Di habitat aslinya  mencapai 3 meter dengan berat 137 kg.  penyebaran alam aslinya melingkupi Amerika Selatan dan Mexico.
Ikan ini tidak di sukai karena tulangnya terlampau banyak, jadi umumnya hanya dijadikan target gamefishing karena tenaga lumayan kuat. ***Marcus Widhi Nugroho

Minggu, 28 April 2013

Menguak Memori Masa Kecil dengan Mancing Wader / Benteur

Suatu ketika saya dan kawan-kawan Tabiler Fishing Club pergi ke Gadog, Puncak Bogor. Di gadok terdapat kebon dan sawah milik Pak Tom Pratomo anggota Tabiler FC. Lalu Di sungai dan parit pematang sawah serta kolam terdapat banyak ikan wader. Lantas kawan-kawan saya sepakat untuk membuat kompetisi memancing ikan wader. Siapa yang mendapat ikan paling banyak akan mendapat hadiah ala kadarnya.
Lomba mancing wader ini jelas menguak memori sewaktu masih anak-anak diantara kami. Saya dulu paling sering mancing wader. Dulu sewaktu kecil saya  wader dengan joran bamboo, kenur seadanya dan kail kecil. Dengan menggembalakan kambing dan menjaga sawah, waktu yang kosong saya pergunakan untuk mancing wader. Masa kecil dengan ikan kecil cukup menyenangkan. Seiring dengan berjalannya waktu, sudah puluhan tahun saya tak jumpa dengan wader  dan terbayangkan akan jumpa kembali, karena sekarang saya tinggal di ibu kota Jakarta yang nota bene sungainya kotor. 
Saking kecil lubang kail, Pak Tom Pratomo kesulitan memasukan kenur ke kail

Namun ketika Pak Tom Pratomo mengundang lomba mancing wader, memori masa kecil terkuak kembali. Dan kami kembali seperti anak-anak, main di pematang sawah, main di pinggir kali dan tentunya main hujan-hujanan hanya untuk wader.
Yang menggelikan dan lucu dalam lomba mancing wader ketika kami mencoba memasang kenur ke lubang kecil. Lantaran usia kami sudah tua, maka memasukan kenur ke lubang kail adalah pekerjaan yang sulit. Pak Tom Pratomo yang usianya diatas 70, harus minta tolong kawan saya Edi Kehed Bat setiap kali masang kenur ke kail. “Mata tua sudah ga awas hehehe,” kata Pak Tom kepada Edi. Ternyata soal memasang kenur ke kail semua mengalami kesulitan. Untungnya ada Edi kehed yang masih muda jadi dialah yang memasang kail kami.  Lomba mancing wader yang dilakukan Tabiler FC memang bukan berorientasi meraih hadiah dan juara namun menjadi ajang bergembira ria mengenang masa kecil ketika pertama kalinya mengenal mancing. 

ikan wader adalah jenis ikan air tawar yang paling gampang ditemukan di kolam – kolam dan waduk ataupun sungai yang airnya jernih. Ikan ini memiliki kekhasan yakni adanya dua bintik yang terdapat dibawah badannya. Ikan wader termasuk dalam suku Cyprinidae dan terdapat di perairan tawar di seluruh nusantara dan dalam bahasa Inggris diberi nama spotted barb. Ikan ini memiliki ukuran kecil sebesar jari kelingking dan yang paling besar bisa mencapai ukuran 2 jari manusia atau bahkan lebih.

Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus bahkan besifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya yang ada di perairan.
Ikan wader di Indonesia hanya digunakan sebagai ikan konsumsi alias dimakan, namun di negara eropa jenis ikan ini dipelihara sebagai ikan hias karena memiliki warna keperakan yang indah, dan beberapa jenis lain dari wader juga memiliki warna kehijauan sehingga lebih indah saat dipelihara di aquarium. Jenis lai dari ikan wader dapat berwarna merah dan kuning keperakan, namun semua memiliki ciri yang sama yaitu adanya bintik hitam di bagian bawah tubuhnya.


Untuk memancing wader sebetulnya tidak ada tehnik khusus, tapi bagi penikmat mancing tentunya memancing tidaklah sekedar mendapat ikan, tapi tentu ingin merasakan sensasinya. Berdasarkan pengalaman, fishing tackle yang dipergunakan akan menentukan kenikmatannya. Tips berikut ini bisa dicoba jika ingin merasakan sensasi mancing wader.

Joran :
Sebaiknya pergunakan joran tegeg yang soft atau medium taper panjang 2,4 atau 2,7 m ( disesuaikan dengan kondisi lokasi ) semakin lentur joran akan semakin sensitif merespon tarikan ikan wader yang ukurannya memang kecil kecil.
Line :
Pilih line mono yang sekecil mungkin ( mis. 0,1 atau 0, 12 mm ), line yang semakin kecil akan terasa lebih terasa nikmatnya mancing wader.


Hook :
Pilih mata kail carbon no. 0,5 – 0,8 . Mata kail yang terlalu besar akan kurang efektif karena ikan mudah mocel, memang dibutuhkan keahlian tersendiri untuk memasang mata kail no. 0.5 / 0,8 pada senar 0,1mm.

Pelampung :
Pilih yang model bulat memanjang dengan panjang kl. 3cm. Pelampung di sini selain berfungsi sebagai indikator saat umpan dibawa lari ikan juga supaya umpan menggantung di tengah air. Atau bisa menggunakan pelampung bulat kecil.

Pemberat :
Gunakan timah lipat yang tipis dengan ukuran 10 X 5 mm, berfungsi supaya umpan lebih cepat masuk ke dalam air. Gunakan sedikit saja, agar umpan cepat masuk namun pelampung tidak ikut tenggelam.

Umpan :
Karena wader termasuk ikan yang rakus, banyak jenis umpan yang bisa dipergunakan, seperti : cacing, pelet, nasi, roti, tahu bacem, dtempe busuk yang dicampur bawang, bakwan, ubi, lumut, telur semut merah, ulat buah (sukun, belimbing, dll), atau campuran dari telur mentah, pelet, biskuit, dan snack anak-anak. Setiap daerah mempunyai ciri khas umpan untuk mancing ikan ini.

Di daerah lain seperti di daerah Jawa Barat, kalau tidak salah, ikan wader disebut dengan beunteur . Dipancing menggunakan joran khas Jawa Barat, yang disebut jejer, super light tackle yang bahkan tidak memiliki kelas lbs (pounds) saking lenturnya piranti ini. Kebanyakan jejer-jejer itu bikinan sendiri dan kadang begitu 'mewah' dengan aksesoris unik misalnya gagangnya terbuat dari tanduk rusa dan lain sebagainya. Kelenturan joran ini menurut saya sangat luar biasa, karena saat dimakan ikan-ikan beunteur mungil itu joran harus tetap bisa memberikan ‘tanda’ kepada pancingernya.

Sabtu, 27 April 2013

Eksotika Sungai Bian Merauke



Sudah lama kami mendengar potensi besar sungai-sungai di Kabupaten Merauke, Tanah Papua. Keberadaan ikan-ikan fresh water berukuran jumbo dan eksotis seperti ikan barramundi, benar-benar menggiurkan kami. Di sinilah kami datang sekarang,  di daerah paling timur Indonesia ini.

Saat musim penghujan, daerah yang kami lewati ini sejatinya adalah rawa yang terendam air. Sedangkan di musim kemarau seperti sekarang, air pun surut. Kami terpaksa menggunakan motor trail karena long boat yang kami pakai kandas. Tapi tak apa, perjalanan kami jadi tambah seru. Ini benar-benar wild fishing di alam liar Papua.

Di beberapa lokasi yang tergenang air, kami harus turun dari motor agar motor lebih mudah melaju. Itu pun bukan perkara mudah, terkadang sepeda motor harus berjibaku dengan tanah berlumpur. Setelah menempuh satu jam perjalanan kami pun tiba di tepian sungai. Di sini kami pun menunggu, karena perahu terpaksa memutar untuk menghindari kandas.


Joe dan Andre rupanya sudah tak sabar. Mereka pun mulai casting sambil menunggu perahu tiba. tak lama, Joe pun strike. Ia fight tanpa kesusahan dan  ikanpun berhasil ia naikkan. Seekor ikan keropak, orang lokal setempat menyebutnya ikan duri. Ikan ini memang memiliki sejenis patil yang racunnya cukup untuk membuat orang demam meriang.


“waow…, sungai ini benar-benar besar potensinya. Di daerah hilir dekat pemukiman ini saja,  tak susah mendapatkan ikan,” kata saya.
Perahu panjang yang kami tunggu pun akhirnya tiba. Perahu jenis inilah transportasi sehari-hari masyarakat di sini. Kami pun bergegas naik.  Selain bersama pancinger dari Jakarta,  kami pun kebetulan ditemani juga oleh tentara penjaga perbatasan dari Koramil setempat. Daerah yang kami kunjungi ini memang dekat dengan daerah yang bergejolak atau daerah merah. Keberadaan Bapak tentara ini cukup membuat kami merasa aman.


Setelah semua siap, kami pun berangkat. Perjalanan menggunakan perahu menempuh waktu sekitar lima jam. Wah.. bukan waktu yang singkat, di perahu sempit seperti ini,  perjalanan ini tentu terasa tak nyaman dan membuat sekujur badan pegal.


Tiba di daerah hulu kami pun menghentikan perahu dan mulai casting untuk menjajaki potensi ikan. Jika frekuensi sambaran ikan cukup bagus,  kami akan memutuskan menetap di lokasi ini. Umpan-umpan minow pun mulai kami mainkan. Ikan baramundi atau kakap putih menjadi target kami kali ini.  Tak lama kemudian saya membuka peruntungan dan berhasil strike. Ikan hook up dan saya mulai fight.  Saya tersenyum melihat ikan,  karena lagi- lagi seekor ikan duri. “Sayang bukan ikan target kami,” kata saya tersenyum.


Kami mulai casting dan kali ini Iwan yang strike. Iwan terus duel mati-matian dengan ikan. Di kejauhan ikan meloncat dipermukaan. Ikan barramundi berontak tak jauh dari kami. Akhirnya taklama kemudian Iwan berhasi mendapat barramundi. “Tarikannya sangat kuat, mantaaff,” katanya senang.

Wah.. benar saja, inilah ikan baramundi yang kami cari. Keberadaan ikan baramundi berukuran jumbo seperti ini memang masih semarak. Tak sulit bagi nelayan setempat untuk mendapatkan ikan ini dengan jaring atau jala,  bagi masyarakat di sini ikan baramundi ini terkenal lezat dan menjadi hidangan yang cukup favorit.


Kembali Andre dan Joe casting. Kali ini andre mengawali keberhasilan. Kali ini umpan andre yang disambar terlebih dahulu,  fish on. Seeekoar arwana menari di atas permukaan air. Kami semua terdiam bahagia ketika melihat ikan arwana itu. Tak disangka, seekor ikan arwana berhasil dinaikkan. Kami pun tak bisa menyembunyikan kekagetan sekaligus kegembiraan kami. Satu satu kami mengucapkan selamat kepada Andre.  Untuk menjaga populasi ikan ini tetap lestari,  kami pun melepaskan kembali ke alam.

Lagi-lagi ikan arwana menyambar. Kali ini iwan yang beruntung. Saya benar-benar tercengang,  tak menyangka ikan ini mau menyambar minow kami.  Inilah Arowana Papua dari jenis Saratoga. Berbeda dengan jenis Jardini yang berbentuk lebih pendek dan cenderung bulat, jenis saratoga ini bertubuh lebih memanjang dan ramping.

Dari semula kami hanya mentargetkan ikan barramundi, lalu kami pun mulai melirik arwana papua ini. Kami memutuskan berkemah tak jauh dari lokasi strike ikan arwana. Pagi ini kami akan melanjutkan casting. Perahu pun kami arahkan lebih ke hulu,  kami berharap mendapatkan lebih banyak strike di sana. Kami kembali mengandalkan teknik casting. Umpan-umpan minow ini kembali kami andalkan.
Sampai di lokasi perbatasan Bouven Digoel kami drifting dan casting. Oho… belum-belum umpan kami sudah menyangkut pada ranting yang tenggelam. Inilah salah satu contoh kesulitan memancing di tempat seperti ini, pancinger memang harus jeli agar minow yang dilemparkan tidak menyangkut. Selain membuat repot dan membuang waktu, melepaskan umpan yang tersangkut seperti ini tentu akan mengganggu dan mengusir ikan yang ada di bawahnya. Peluang strike pun jadi nol. Kami memang harus lebih cermat.
Joe membuka peruntungan strike hari ini. Walau berukuran kecil, ikan gabus ini cukup melawan. Inilah ikan yang disebut gastor atau gabus toraja. Sesuai namanya ikan ini memang bukan ikan asli sungai Bian,  melainkan pendatang dari daerah Toraja Sulawesi Selatan. Konon, ikan ini dibawa para transmigran asal daerah Toraja Sulawesi Selatan dan tak sengaja lepas. Ikan ini berkembang biak pesat di sini, Andre pun rupanya tak mau kalah,  kali ini ikan menyambar lure miliknya.

Sayang… lagi-lagi ikan gastor, padahal jika ikan ini berhasil dipancing di Pulau Jawa, pancinger  akan senang bukan main karena di sana ikan gabus memang telah langka, tapi di sini keberadaannya sangat melimpah, bahkan kami hampir-hampir bosan mendapatkannya. Hampir bersamaan, saya pun berhasil menaikkan ikan.  Inilah ikan sumpit, salah satu jenis lain penghuni asli sungai Bian. Walau kecil ikan ini cukup menghibur.
Kami kembali casting dengan semangat full. Tiba-tiba umpan minnow milik Joe tersambar diikuti reel tiba-tiba menjerit,  ikan menyambar kuat.  Ikan berontak luar biasa kuatnya. Seekor barramundi besar meloncat-loncat permukaan membuat semua terkesima. Perlawanan ikan memaksanya harus berakselerasi. Joe dibuat cukup kerepotan, terlebih di perahu yang sempit seperti ini.  Kegigihan Joe akhirnya ia pun berhasil memaksa ikan menyerah. Ikan ini sudah lumayan besar, di habitat aslinya ini,  ikan predator ini dapat tumbuh hingga seberat sepuluh kilogram lebih.  Joe berhasil memenang pertarungan. Mantaap! Ikan pun kami release,  mudah-mudahan masih ada sisa tenaga baginya untuk berenang dan hidup.
Parade strike masih berlanjut, kali ini Andre yang memainkan aksinya. Sayang hanya seekor gastor,  tapi lumayan lah untuk makan siang kami nanti,  ikan ini terkenal cukup gurih rasa dagingnya.  Joe kembali strike dengan ikan duri dan  ikan duri pun menyerah, ukurannya cukup besar kali ini. Walau belum mendapat ikan arwana hari ini, kami belum mau menyerah. Casting akan kami lanjutkan besok.

Ini adalah casting di hari ke 3. Semangat kami tetap tinggi. Lagi-lagi Joe yang membuka peruntungan. Nasibnya sedang mujur pada trip kali ini. Tarikan kuat seperti ini memang menjadi karakter ikan barramundi. Pergerakannya cukup merepotkan. Untuk ukuran ikan air tawar,  ikan ini memang terkenal sangat bertenaga, inilah yang menyebabkan baramundi selalu dirindu para angler.
Saat casting tiba-tiba umpan saya disambar ikan dan dari loncatannya saya tahu bahwa  itu adalah ikan arwana. Saya pun tak mau kalah pamor. Saya mulai fight dengan kalem dan penuh percaya diri. Ikan berhasil saya gaet. Saya hakul yakin,  ikan arwana ini pasti saya naikkan.  Firasat saya benar-benar terbukti,  si lincah ini pun berhasil menyerah.

Ikan ini menambah track record perolehan saya ! Tak banyak angler atau pancinger  yang beruntung bisa merasakan sensasi strike dan berpose dengan arwana seperti ini. Luar biasa pengalaman kami di Merauke ini. Kisah petualangan kami masih akan berlanjut, tentunya dengan aksi yang lebih seru, tunggu pada episode selanjutnya. Mancing Mania… mantap!!!.***Dudit Widodo

Ada Suka Cita di Parade Strike Jenaha



Memancing bersama keluarga  dan orang tercinta adalah impian yang selalu didambakan para pancinger. Pastinya dengan kegiatan memancing bersama keluarga maka  jalinan kasih dan keakraban akan terjadi, sehingga kesenangan bersama bisa diraihnya. Bersuka ria bersama orang tercinta adalah menjadi impian setiap orang yang berumah tangga, pesan inilah pesan liputan Mancing Mania Trans 7 dalam episode “Parade Strike Jenaha” yang  dilakukan di kolam air  asin Malaysia  bersama keluarga Joe Mich yang membawa anaknya tercinta Lativa dan istrinya Rita Effendi, selain itu  ada Andri Sugianto dan Selly. Bagaimana serunya mereka mancing di negeri jiran akan saya (Dudit Widodo) ceritakan kepada pembaca Berita Mancing.

Dengan bekal semangat membuat tayangan mancing yang bernuansa keluarga, saya host MMT7, Dudit Widodo dan kru akhirnya memilih mancing bersama keluarga Joe Mich dengan spot tujuan adalah Malaysia. Dari berbagai informasi yang kami himpun di daerah Malaysia terdapat kolam asin yang ditebar ikan-ikan laut semacam kerapu dan jenaha. Yang menarik dari pemancingan ini adalah di dalamnya terdapat kerapu monster.
Dari Kuala lumpur untuk menuju ke lokasi kolam  dapat ditempuh dengan kendaraan selama dua jam. Sambil ngobrol soal mancing akhirnya kami  pun tiba di spot unik yang satu ini. Ya  pemancingan kolam air asin ls. “Kami sengaja datang ke pemancingan air  asin di Malaysia, palng tidak memberi gambaran pemirsa di tanah air bahwa di Negara tetangga ada yang membuat pemancinan kolam air asin yang diisi dengan ikan-ikan laut. Dengan tayangan ini paling tidak bisa memberi wacana pancinger yang ingin membangun kolam pemancingan air asin,” kata saya saat kru MMT7 membukan opening trip ini. Sebelum memancing, saya  berjalan  keliling melihat foto-foto pancinger dengan ikan-ikan yang dipasang di arena kolam. Melihat foto foto ini, kami jadi terbayang akan strike ikan besar disini dengan mudah. “Ini adalah  ikan-ikan laut yang biasa kami pancing dilautan ternyata bisa juga dipancing disini, benar-benar unik,” kata saya  kepada kawan-kawan.
“Kerapu monster inilah yang sebenarnya menjadi target kami,  namun  yang paling banyak dinaikkan disini sepertinya ikan jenaha,” kata saya  sambil menunjuk foto ikan kerapu besar yang dipajang di salah satu dinding kolam.

Keunikan lain di pemancingan ini adalah  menjamin pancinger  yang kesini pasti dapat ikan. “jadi ini adalah kolam pancing anti boncos hahaha, hebat kan? ”kata Joe sambil tertawa riang.Dengan membayar seratus lima puluh ringgit per orang/pancinger diperbolehkan membawa ikan yang berhasil dipancing selama tiga jam. Dan kami segera membayar  untuk mulai bergembira ria menikmati tarikan ikan-ikan laut dipemancingan.
Nah kini saatnya memancing, umpan-umpan kelemparkan ke titik spot yang kami duga ada ikannya. Kali ini kami menggunakan umpan cumi-cumi dengan harapan sang kerapu monster akan menghajar umpan kami.
Dikejauhan  terjadi strike, pancinger  asal Malaysia ini berhasil menaikkan seekor jenaha. Saya memperhatikan pancinger itu terlihat senang ketika ikan berhasil didapatkan. Saya kembali konsentrasi dan akhirnya kenur mulai mengencang dan joran mengangguk –angguk, pertanda ikan menyambar umpan. “Strike…!”teriak saya. Tanpa banyak bicara maka saya segera mengajar ikan dan memenangkan pertarungan. Tidak lama kemudian, seekor jenaha cukup besar berontak diatas permukaan. “mantap, ikan  jenaha yang cukup besar,”kaya saya saat kru MMT7 mengshooting saya.
Keberhasilan saya sebagai pembukan ternyata berlanjut pada parade strike terus menerus. Kali ini ikan besar melengkungkan joran Muhammad, seorang pancinger Malaysia, Ia mulai tersenyum saat berhasil menaikkan ikan. Kembali double strike terjadi  antara Joe Mich dan pancinger Malaysia itu.
Joe dengan penuh semangat terus mengajar ikan, sementara di sisi kolam yang lain pancinger Malaysia juga sedang fight. Aksi mereka berdua tatkala berduel dengan ikan sangat seru sekali. Nah keduanya tampi sebagai pemenang dengan mendapat  ikan yang cukup besar. “Wow.. mantaap!” kata Joe senang.

Mancing jenaha di pemancingan terasa mancing di tengah lautan tempat dimana ikan jenaha itu berada seperti habitat aslinya. Ikan jenaha memiliki banya sebutan seperti lane snapper, spot snapper, snapper cady, biajaiba, dengan tipe: lutjanus synagris. Ikan Jenaha  besarnya antara  0,5 kg – 2,5 kg. Ada yang mencatatkan rekor dunia ikan jenaha seberat 7 pound.
size: average 0.5 kg, can reach 2.5 kg
Karakter ikan jenaha sangat aktif menyerang umpan alami atau umpan buatan, namun ikan ini bukan ikan yang memiliki pertarungan yang kuat saat terpancing. Umpan yang banyak digemari adalah cumi-cumi, terbukti umpan cumi kami cukup ampuh untuk ikan ini.

Meski kami sudah mendapat jenaha, namun monster kerapu target kami belum berhasil kami dapatkan juga. Jujur saja saya berharap untuk mendapatkan kerapu.
disisi kiri kolam. Saya lihat Pipin berhasil strike. Melihat hal itu kameraman saya langsung mengshoot dia. Perlawanannya cukup mengasikan, sayangnya  ikan langsung masuk ke dasar kolam
Satu jam kemudian kedi mulai melepaskan lagi ikan-ikan di kolam. Wuiihh ternyata masih banyak ikan yang bisa dilepaskan dan umpan saya kembali disambar ikan. Pelan namun pasti saya mulai menikmati perlawanan ikan yang cukup lumayan. Dengan reel kelas 3000 yang saya gunakan cukup untuk memenangkan pertarungan.
Tiga jam pun berlalu namun kerapu monster pun belum berhasil kami naikkan. Saya juga melihat Andri yang masih boncos langsung menuju kolam bibit atau kami sebut kolam eksekusi. Di kolam bibit  inilah para pancinger  yang tidak mendapatkan ikan sama sekali di kolam besar, diperbolehkan memancing sampai mendapatkan satu ikan saja untuk dibawa pulang. Jadi memang betul  kalau dikatakan memancing disini pasti dapat ikan, hahaha, kolam anti boncos.

Di kolam itu saya melihat aksi seru Amman, bocah lucu ini membantu ayahnya menaikkan ikan di kolam  bibit. Hebat! dua ekor ikan berhasil dinaikkan Amman sekaligus. Tertawanya yang lucu saat fight membuat kami semua tertawa. Tak lama kemudian Andri akhirnya strike juga!  Saat ikan andri naik ke permukaan semua tertawa terbahak-bahak karena ia mendapat ikan kecil. “Emang rejeki kau kecil dri..,” kata Joe Mich meledek andri. Walau kecil, ikan yang ini cukup menghibur andri  hari ini
Seru juga mancing kolam air asin di Malaysia. Ya, kali ini kami ditemani dua lady angler, Rita Effendi dan Seli, selain itu ada  juga si bocah cantik Lativa, putri dari pasangan Joe Mich dan Rita Efendi.
Jujur saja kami masih penasaran dengan kerapu monster di kolam ini yang belum juga kami naikkan kemarin. Kali ini Andri menggunakan umpan udang, Seli pun melemparkan umpannya. Joe Mich membuka strike pertama,  ikan jenaha berhasil dinaikkan.

Andri menyusul,  lativa membantu menggulung reel andri. Ikan pun berhasil dinaikkan. Lativa begitu riang gembira ketika berhasil mendapat Jenaha. Sekilas ikan jenaha ini mirip sekali dengan black bass.
Mancing terus berlanjut dan Joe Mich  kembali strike dan berhasil menaikan jenaha. Gelak tawa benar-benar meliputi kami. Sekarang giliran saya, “Aduuhh masih ikan jenaha juga,” kata saya dalam hati.
Seli pun strike! Sensasi tarikan ikan ini cukup membuat seli kewalahan namun ia berhasil juga. Taklama kemudian giliran Rita Efendy, sang biduanita melayani fight dengan ikan. Ia pun berhasil.
Meski dalam hati kami cukup kecewa, lantaran target  sebenarnya belum berhasil kami menaikkan yaitu kerapu monster, namun pengalaman memancing di kolam unik ini merupakan satu moment yang tak terlupakan. Yang terpenting di sinilah adalah mancing bersama keluarga suka cita akan berlipat ganda. Mancing Mania mantaap !***Dudit Widodo